ESN

HARUSKAH KITA BERPOLIGAMI ?

HARUSKAH KITA BERPOLIGAMI ?

Mungkin lebih dari 90% suami punya keinginan berpoligami namun karena ekonomi, takut sama istri atau belum ada yang minat, mereka lebih memilih diam dan pura-pura ogah. He….

Kalau ada yang katakan saya bohong, justru anda yang bohong, mengapa? Jawabnya mudah, coba kumpulkan 10 lelaki yang sudah menikah mau tua ataupun muda, kemudian suruh lewat wanita cantik, muda, anggun, seksi. Coba lihat ada nggk yang tutup mata? Mungkin satu atau dua. Itupun karena takut dan malu kepada Allah.

Saya pernah bercanda kepada istri tercinta waktu masih hidup (wafat saat melahirkan insya Allah syahid). “Dek bagaimana kalau saya kawin lagi?” Dia jawab Boleh saja kalau gaji abang sudah di atas sepuluh juta. Namun itu cuma bercanda, buktinya sudah lebih setahun dia meninggal saya juga belum siap menikah.

Tapi kita juga harus ingat kalau orang yang berpoligami itu digolongkan empat macam, yakni :

PERTAMA PARA NABI.
Para nabi wajar mempunyai banyak istri karena mereka maksum dan diberi banyak kelebihan dari manusia biasa dan mereka menikah bukan sekedar nafsu semata.

KEDUA ORANG ALIM.
Mereka juga wajar punya istri lebih dari satu sebab mereka mengetahui sikap adil,
Dan tujuannya hanya merendahkan pandangan mereka terhadap wanita di luar rumahnya.

KETIGA ORANG KAYA
Orang yang ketiga ini kurang pantas beristri banyak. Karena kalau nafkah lahir mungkin dia bisa adil tapi nafkah batin belum tentu jika tidak memiliki ilmu agama yang memadai.

KEEMPAT ORANG KURANG AJAR
Mengapa saya katakan kurang ajar? Karena saya menyaksikan suami tetangga saya sendiri yang punya istri empat. Namun enam bulan bahkan setahun baru pulang ke istri yang lain. Yang lebih menyedihkan yang cari nafkah dibebankan kepada istri masing-masing.

Jadi kalau nggk punya ilmu dan harta yang banyak lebih baik hilangkan niat untuk poligami, mending mengingat para bidadari yang ada di surga. Mereka lebih cantik dan suci, keringatnya saja jika jatuh ke bumi maka wangilah seluruh dunia. Subhanallah.

Tulisan ini bukan karya saya sendiri tapi saya ambil dari Facebook “Mbah Kyai”, mohon maaf jika tulisan ini hanya copy-paste